Boelan Sabit


Greedy
April 1, 2010, 9:30 pm
Filed under: renungan

Perlu kita renungkan bhw Keinginan itu beda dengan kebutuhan. Apa yg kita inginkan belum tentu apa yg sebenarnya kita butuhkan. Memang tak salah untuk menjadi orang yg selalu ingin-lebih, krn itu tandanya kita orang yg tidak cepat berpuas diri dan selalu ingin jadi lbh baik. Tapi rasa ingin-lebih, yang berlebih-lebihan, itu lah yg lebih sering menjuruskan kita menjadi orang Greedy, Tamak, Rakus.

Bukankah sebenarnya nafsu rakus yg membuat suatu bangsa  terpuruk, sejarah tlh membuktikan, tapi hal itu pun terus berulang. Kerakusan lah yg membuat hutan kita habis dijarah, minyak dan tambang kita habis disedot, hampir tak berbekas, selain sekedar mempertebal kantong segelintir orang. Kerakusan lah yg membuat seorang oknum pegawai pajak, 30 tahun, kalap mata menilap milyaran uang rakyat demi mengejar status : OKB (Orang Kaya Baru).

Toh gak ada salahnya bukan (bhkn lebih baik), bagi kita untuk sekedar menjadi orang yg hemat dan sederhana, orang yg – just take what you need.

Aku ingat di waktu2 awal menjejakkan kaki di Jakarta, ketika itu hatiku berkata (sambil setengah berjanji) : “kota ini tak akan pernah mampu mengubahku!”. Dan sampai detik ini pun, walau nyatanya kusadari kalau kota ini telah berkali-kali bahkan terus menerus menggerusku, Insyalloh aku masih mampu bertahan. Tapi tetap saja aku merasa takut…..

Aku takut suatu saat menu nasi-bungkus tak cukup lagi mengenyangkan perutku dan ubi rebus tak lagi menyenangkan lidahku. Aku takut celana dan baju pasar tak mampu lagi memperindah tubuh dekilku dan minyak-wangi pinggiran jalan tak mampu lagi menutupi bau ketiakku. Aku takut kasur tipis di kost-ku  tak mampu lagi me-nyenyak-kan tidurku dan kipas-angin 50-ribuan tak cukup lagi mendinginkan badanku. Aku takut suatu saat otakku teracuni, menilai kebahagiaan berdasar kekayaan semata, berlomba menumpuk2 harta demi ahli waris, tapi lupa mengajarkan mereka ilmu ttg bagaimana bertahan hidup, menjalani hidup dan memaknai hidup.

Iklan

3 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Like This..

Komentar oleh MoMo

nice post Ri..

seseorang pernah memberikan tausyiah manusia itu seperti ember, rezeki itu seperti keran yang mengucurkan air.. rezeki yg benar2 barokah dan bermanfaat di dunia-akhirat hanyalah yg masuk ember tsb
keadaannya sekarang orang semakin berusaha memperbesar keran air tsb, bagaimanapun caranya… meski embernya kecil

smoga ember kita mencukupi dan keran kita tetap terbuka sehingga menjadi bekal utk kelak nanti

Komentar oleh aldi

Thank you for one more most important post. Where else may folks acquire finish sort info composed so? i’ve a presentation incoming week, and I am upon the try to find this kind of info
jual jaket kulit original garut

Komentar oleh ayuanindita




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: