Boelan Sabit


Titipan
November 9, 2009, 8:51 pm
Filed under: renungan

350x250 Memberi

Sesunguhnya kendaraan, rumah, tanah, harta, pangkat, jabatan,  istri, putra bahkan nyawa kita adalah titipan-Nya. Dan kita semua tahu itu.

Tetapi pernahkah kita bertanya, Mengapa dan untuk Apa Dia menitipkannya pada kita?.

Dan Mengapa hati kita justru merasa berat ketika ‘titipan’ itu diminta kembali oleh-Nya?, padahal kita sadar bahwa semua itu memang benar2 sekedar ‘titipan’.

Iklan

2 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Karena kalau terlalu lama dititipkan, lama-lama rasanya jadi hak milik.. hehehhe :p

Komentar oleh MoMo

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah: yang semua titipan itu kalau suatu kali tidak ada (hilang) itu benar dimintanya kembali –diambil Sang Penitip, atau memang keteledoran kita hingga hilang atau mati. Jadi kita harus ‘peka’ dan kosist pada kehidupan yang sublim dan intuitif supaya bisa memilahnya.
Misal: rumah kebakaran, itu keteledoran kita atau memang bukan. Meninggal kecelakaan, itu keteledoran kita yang gak hati2 dan ngebut atau bukan… perlu perenungan sangat panjang.

Komentar oleh Klowor




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: