Boelan Sabit


Un-same Lebaran
September 16, 2009, 9:19 pm
Filed under: ordinary

FatherAndSon2
.

Lebaran ini tak akan lagi terasa sama. Satu tangan telah menghilang. Tangan yang slalu kucium hormat. Tangan yang slalu mengusap kepalaku dgn bijak dan hangat…

Pagi itu, aku kembali menjejak kota kelahiranku.  Namun tak seperti biasanya yang ramah menyambut, kota itu tampak begitu suram, ah mungkin memang mataku saja yang sudah capek di perjalanan.
Tampak di muka gerbang stasiun, adikku sudah menunggu diatas motornya.  Segera kuhampiri dia, kuusap rambutnya dan segera kami meluncur meninggalkan stasiun itu. Sedikit kata yang meluncur dari mulut kami, sepi, sehening kota solo di pagi buta itu.

Sampai di suatu persimpangan, harusnya kami melaju ke kiri (arah ke rumah), tapi motor itu terus melaju lurus, aneh. Hingga tibalah kami disuatu bangunan besar bercat putih pucat. Memasuki bangunan itu, aku serasa dipaksa kembali untuk mencium bau yang tidak aku suka, bau rumah sakit.

Semakin melangkah, smkn suram perasaan. Hingga ketika kubuka pintu sebuah kamar, hampir2 tak kukenali lagi sosok yang terbaring lemah itu. Sosok laki2 yang begitu kurus dan layu, matanya sayu dan begitu cekung, sebuah selang tampak menembus ke lubang hidungnya. Sementara disampingnya duduk seorang wanita setengah baya yang tampak setia menungguinya.

Mulutku hanya diam membisu, namun dadaku seolah ingin meledak seiring tumpahnya airmataku. Kucium pergelangan tangan, pipi dan dahinya. Kulihat matanya berkaca, bersamaan dengan tangannya yang berusaha menggapai kepalaku… Tak berselang satu purnama kemudian nafas-nya pun terhenti.

Ya Ar-Rohim, sudah hampir pungkas 1 tahun Engkau panggil ayahku. Sayangilah ia dengan sebaik-baik kasih sayang. Tempatkan ia di tempat yg mulia, dlm golongan orang2 sholeh.

Ya Allohu Shomad, jadikan kami yang ditinggalkan menjadi orang sabar dan kuat, yang selalu berjalan di al-shirot al-mustaqim : jalan orang2 yang Engkau beri nikmat bukan jalan mereka yg Engkau murkai dan mereka yang sesat.

jakarta, 16-09-2009

Iklan

2 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Hiksss hikksss terharu aku mas… 😀

Komentar oleh MoMo

mengharukan…

Komentar oleh utaminingtyazzzz




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: