Boelan Sabit


Bebal
Agustus 1, 2008, 8:32 pm
Filed under: renungan

Sudah seberapa bebal-kah kita sebagai manusia?, Sehingga terkadang teguran, bahkan “penghinaan”, tidak cukup untuk menyadarkan kita dari perbuatan hina…

Iklan

24 Komentar so far
Tinggalkan komentar

kita sama-sama sudah tahu kualitas orang itu…
asal jangan kita ingin di lingkaran itu…

Komentar oleh bakhrian

hmmm……………..

“say something, please”
(dr yg punya blog)

Komentar oleh chiquit

semakin sedikit saja sepertinya manusia di muka bumi ini

Komentar oleh kishandono

biar ditulis begitu kalo orangnya ga bisa baca percuma juga…

“Loh jd slm ini, Gerakan Wajib Belajar itu gagal dong !”
(dr yg punya blog)

Komentar oleh latree

emang bener gak bisa baca kali ya…atau kesadarannya sudah mati 😦

Komentar oleh unai

http://romizone.blogsome.com/2008/08/04/ranjau-pejalan-kaki-di-semanggi/

Hihihi coba baca deh lutu lutu

Komentar oleh Romizone

semoag kematian hati nurani tidak menimpa kita,
salam

Komentar oleh ahsani taqwiem

di negeri kita, butuh dari sekedar kata-kata

*salam kenal pak 🙂

Komentar oleh arifrahmanlubis

hhhmmmm…kita emang suka mengindahkan aturan yah hikss… 😦

Komentar oleh theloebizz

Well, setali tiga uang dengan kampret-kampret di negeri si bau kelek ini.. udah mah dibilang (dalam bahasa yang diterjemahkan): “Dilaraaaaaang kencing disini!! kecuali anjing..” – teteup aja ada kelihatan ditengah hari bolong bapa2 tua yang gaktau diri mendekat ke tembok dengan tulisan itu jelas gede di depan hidungnya.. langsung deh dia kemudian:

“Curr…..” – Sembari menengadah ke langit matanya merem-melek gitu! (Kacau!)

Komentar oleh Domba Garut!

mmmm…namanya juga anjing 😀

Komentar oleh mantan kyai

Susah diungkapkan….
Orang-orang yang ber’partisipasi’ di foto itu termasuk golongan yang mana ? 😀

Komentar oleh syelviapoe3

yah, kita berhusnudzon saja..bisa sj yg buang sampah itu buta huruf (msh lebih mulia dr binatang kan?).. 😀 hehehe

Komentar oleh deen

ckckck…. anjing sudah sama dengan manusia…

Komentar oleh thegands

Memang … saat-saat ini manusia sifatnya mirip seperti binatang, yang hanya mementingkan nafsu kebinatangannya. Seharusnya manusia bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk.

Salam …

Komentar oleh zaldy munir

poinnya sebenernya cuma satu. kita lebih sering memikirkan diri sendiri. ga peduli orang lain mo susah kek, mo repot, mo ngedumel, yang penting kita enak, aman, sejahtera..go on!

*bete gara” banyak orang ga tau aturan*

Komentar oleh utaminingtyazzzz

sapa yaks buang papan pengumuman begitu di tempat sampah?

Komentar oleh petak

@petak: *ngakak*

nice pic..

jaman sekarang, sensor mata kadang susah sampai ke hati..

“bkn matanya yg ke-sensor tp hatinya yg sdh ke-sensor”
(dr yg punya blog)

Komentar oleh MoMo

Mungkin harus ditambah bahasanya: Bahasa Inggris, Arab dan Bahasa jin…
🙂

“berbarti papan-nya hrs dikursusin dulu dong”
(dr yg punya blog)

Komentar oleh Nin

pertanyaannya kan seberapa bebal? jawabannya sangat bebal!!! makanya, kalo tau itu buruk, jangan ditiru :)okeh..

Komentar oleh neng fey

good shot! dapet di mana?
susah juga ya, wong sama-sama manusia aja bisa saling mbuang. bayi dibuang ama ortunya, eee ortunya malah mbuang kentut sembarangan…

Komentar oleh SlempitanJempolNaga

buta mata…buta hati…wes jyan..parah tenan!!

Komentar oleh maruria

jadi manusiana yg mana yakh *sight*

parraaaahhh….!!

Komentar oleh wi3nd

Adakah kata-kata yang lebih manusiawi ?

“contohnya?”
(dr yg punya blog)

Komentar oleh mylif3journey




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: