Kemarin habis sungkem, dgn setengah bercanda bilang ke ibu, “Bu’ minta doanya ya moga lancar jodoh”. Tak dinyana si-Ibu merespon dengan memberikan requirements yg sedikit specific dan memberatkan. “Her, klo cari istri tuh klo bisa yang…… harus yang…… jangan yang……”.
Yah cari jodoh ternyata ribet. Huff… kayaknya harus me-loby ulang si-Ibu nih (dgn santun & hati2) , hehe.
“Ya Alloh tempat menggantungkan segala sesuatu, lancarkanlah segala urusanku”.
Diarsipkan di bawah: just for fun
Source code:
$a = ‘Kora-kora’ ;
$b = ‘halilintar’ ;
$x = $a+$b ;
echo “============= \n” ;
echo $x ;
echo “\n =============” ;
- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – -
result:
===================
MUAL MUMET MUNTAH
===================
Niatnya seneng2 kok jadinya begini, dasar katrok. Kora-kora SIALAANN… !!
Duh, habis tarawih kok jeleknya kumat lagi, astaghfirulloh.
Buat semuanya, met Ibadah Romadhon, semoga kita bisa benar2 kembali Fitri….
Diarsipkan di bawah: just for fun

Beberapa bulan belakangan ini banyak temen2-ku yang melangsungkan pernikahan. Bak euforia, yang tak kalah dengan acara 17 agustusan, undangan pun berdatangan baik secara lisan maupun tulisan.
Pernah aku bertanya pada seorang teman, “bagaimana rasanya nikah?”. Dia pun menjawab, “Subhanalloh…!”
Pernah pula di lain waktu aku bertanya, “bagaimana nih rasanya jd pengantin baru?”. Jawabannya pun, “Luar biasa…!”
Atau ketika aku ngobrol dengan seorang pekerja OB dikantorku, beliaunya pernah bilang, “Mas jangan keburu2 menikah, ntar nyesel lho!”. “Kenapa bisa gitu pak?”, tanyaku. Jawabnya, “iyah mas, nyesel kenapa gak dari dulu-dulu nikahnya”. Gubrak…!!!
Apa bener sampe “se-begitu-nya” rasa menikah itu?
Gathering, klo di-indonesia-in artinya kumpul2 kali ya. Yah selama 2 malam ini, aku dipenuhi dgn acara kumpul2 brg temen2, dan tempatnya pun sama, Festival Jajanan Bango. Isinya cuma ngunyah mlulu, yah boros dikit gak apalah yg penting terpuaskan, kan kebahagiaan tdk bs diukur dgn uang (kata siapa tuh?)
Malem pertama (jumat), aku kumpul dgn temen sekantor (bimo, cici & mbak mei). Walau cuma ber-4 tdk mengurangi keriuhan suasana, soalnya pengunjungnya mmg buanyak bgt. Ternyata body kurus kami (bimo termsk gak ya?) tidak merefleksikan nafsu makan yg kami miliki. Perut sispack kami mampu menampung laksa, ketoprak, tengkleng, bebek goreng, mie aceh, asinan, kerak telor dan bbrp botol aqua (asap sate ke-itung gak?). Yah, badoger jg ternyata !!
Malem kedua (sabtu), gantian kumpul dgn temen2 kasmadji 2002 (alumni smun 1 solo). Kali ini perutku berkesempatan mencicipi sate, sop buntut, laksa (lagi), es sepang dan es duren. Dan yg terpenting aku dpt temu kangen dgn temen2 lamaku, menyambung lg tali silaturohim yg lama terputus. Yah, klo diitung2 ada yg sdh 6 thn gak ketemu. Setelah ngobrol ngalor ngidul aku jd tahu byk gimana kabar temen2 sma-ku dulu. Ada yg sdh nikah (banyak), ada yg punya pacar tingginya 2 meter (pdhl tinggi bdn-nya sendiri cuman 150-an), ada yg sdh jd dokter, ada yg blm kelar kuliah, ada yg sdg S-2 di ITB dan Prancis, ada yg sdh kerja (di jakarta, bandung, cirebon, solo, lampung, makasar, india, singapore, london) serta ada pula yg biasa2 aja seperti aku ini.
Dari obrolan tsb aku jd tahu klo apa yg tlh kukerjakan itu baru sedikit, apa yg tlh kucapai itu sgt-lah kecil jk dibandingkan dgn temen2ku. Aku msh jauh dr kedewasaan, msh jauh dr kemandirian. Bukan-nya iri, tp termotivasi untuk berbuat lbh baik, termotivasi utk tdk lg menyia2-kan potensi yg Alloh berikan…
Akhirnya gathering selesai, kami berpamitan lalu berpencar ke penjuru ibukota, kembali ke peraduan masing2. Dan entah kenapa, rasa kangen yang tadinya terobati kini malah menjadi…
Diarsipkan di bawah: just for fun

Ya Tuhan, berilah hambamu ini kekuatan dan kesabaran…..
kenapa di Ibukota ini, harga Segelas Es Teh Manis begitu mahalnya !!!

