Titipan
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
November 9, 2009, 8:51 pm
Diarsipkan di bawah: renungan
Diarsipkan di bawah: renungan

Sesunguhnya kendaraan, rumah, tanah, harta, pangkat, jabatan, istri, putra bahkan nyawa kita adalah titipan-Nya. Dan kita semua tahu itu.
Tetapi pernahkah kita bertanya, Mengapa dan untuk Apa Dia menitipkannya pada kita?.
Dan Mengapa hati kita justru merasa berat ketika ‘titipan’ itu diminta kembali oleh-Nya?, padahal kita sadar bahwa semua itu memang benar2 sekedar ‘titipan’.
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Karena kalau terlalu lama dititipkan, lama-lama rasanya jadi hak milik.. hehehhe :p
Komentar oleh MoMo November 9, 2009 @ 9:31 pmYang menjadi pertanyaan sekarang adalah: yang semua titipan itu kalau suatu kali tidak ada (hilang) itu benar dimintanya kembali –diambil Sang Penitip, atau memang keteledoran kita hingga hilang atau mati. Jadi kita harus ‘peka’ dan kosist pada kehidupan yang sublim dan intuitif supaya bisa memilahnya.
Komentar oleh Klowor November 20, 2009 @ 10:28 amMisal: rumah kebakaran, itu keteledoran kita atau memang bukan. Meninggal kecelakaan, itu keteledoran kita yang gak hati2 dan ngebut atau bukan… perlu perenungan sangat panjang.