Boelan Sabit


Generasi Akhir Jaman
November 22, 2009, 1:35 pm
Diarsipkan di bawah: just for fun

Suatu malam sktr jam 12 lebih, aku mengunjungi teman yg berjualan di satu kios di pantai ancol. Suasana sungguh ramai, banyak pengunjung yg hilir mudik. Namun pandanganku tertuju pada sekelompok muda-mudi yg bergerombol di salah satu sudut pantai. Masih dgn seragam SMU yg mereka kenakan, mereka tampak bahagia bernyanyi bersama. Walau dalam suasana remang, namun msh dapat ku lihat jelas kepulan asap rokok membumbung diantara kepala dan sebotol minuman (mungkin miras) tergeletak di sela kaki mereka. Dalam benak-ku bertanya, apa yg mereka lakukan?. Tidak kah orang tua mereka mengkhawatirkan dan mencari mereka?. Bukankah seharusnya mereka sudah pulang ke rumah, mengerjakan tugas sekolah dan mempersiapkan energi utk belajar esok hari?. (lo sendiri ngapain, malem2 kelayapan kyk gak ada kerjaan : emang!)

Pernah juga suatu malam aku terbangun dari tidur. Terdengar suara tawa kecil, suara wanita. Aku berfikir, setan kuntilanak mana yg nyasar ke kamar kost-ku. Ketika kucoba tengok keluar jendela, mendadak jantungku berdegup kencang, darah-mudaku bergejolak seolah dipacu sampai ubun-ubun. Di dalam gardu jaga, tampak sepasang remaja sdg saling peluk, saling cumbu, saling raba, saling….(sensor!). Sesekali mereka berhenti sejenak ketika ada kendaraan lewat, dan lanjut lagi saat suasana sdh sepi. Mereka tidak sadar kalau sepasang mata jg sdg menikmati aksi mereka dari balik sebuah jendela, hehe. Pemandangan itu terhenti ketika naluri ‘hansip’-ku muncul (maklum di kampung dulu sering ronda malem), dgn sengaja aku bikin suara batuk2, dan sadar klo sdg diawasi merekapun langsung starter motor dan cabut dr tempat itu.

Buat pembaca, sorry klo aku berusaha hentikan aksi dua remaja itu, awalnya sih aku cukup bisa menikmati tapi lama-kelamaan kok malah berasa risih juga. Bukannya mau sok suci, tapi di mataku ini (yg msh lugu, halah), terlihat dan ‘terasa’ dgn jelas kalau tindakan mereka sebenarnya cuma karena terbakar nafsu semata bukan didasari oleh cinta, kasih sayang atau apalah namanya. Lagian dr sisi agama maupun moralitas, bukankah mmg hal tsb belum pantas mereka lakukan?.  Kok menurutku akan terasa pantas dan bahkan ‘mulia’ jika hal tsb dilakukan di rumah mereka, ditengah2 keluarga, dalam ikatan pernikahan yang suci.

Mungkin inilah sedikit gambaran di benak-ku tentang generasi sekarang, generasi yg dgn mudahnya  kita jumpai hal2 menarik (terlarang). Mungkinkah kita benar2 sedang hidup di tengah Generasi Akhir Jaman?, atau mungkin mmg pikiranku saja yang msh terlalu “Kolot” bin konservatif, Wallohu’alam bishshowab.



Titipan
November 9, 2009, 8:51 pm
Diarsipkan di bawah: renungan

350x250 Memberi

Sesunguhnya kendaraan, rumah, tanah, harta, pangkat, jabatan,  istri, putra bahkan nyawa kita adalah titipan-Nya. Dan kita semua tahu itu.

Tetapi pernahkah kita bertanya, Mengapa dan untuk Apa Dia menitipkannya pada kita?.

Dan Mengapa hati kita justru merasa berat ketika ‘titipan’ itu diminta kembali oleh-Nya?, padahal kita sadar bahwa semua itu memang benar2 sekedar ‘titipan’.