Diarsipkan di bawah: just for fun

Beberapa bulan belakangan ini banyak temen2-ku yang melangsungkan pernikahan. Bak euforia, yang tak kalah dengan acara 17 agustusan, undangan pun berdatangan baik secara lisan maupun tulisan.
Pernah aku bertanya pada seorang teman, “bagaimana rasanya nikah?”. Dia pun menjawab, “Subhanalloh…!”
Pernah pula di lain waktu aku bertanya, “bagaimana nih rasanya jd pengantin baru?”. Jawabannya pun, “Luar biasa…!”
Atau ketika aku ngobrol dengan seorang pekerja OB dikantorku, beliaunya pernah bilang, “Mas jangan keburu2 menikah, ntar nyesel lho!”. “Kenapa bisa gitu pak?”, tanyaku. Jawabnya, “iyah mas, nyesel kenapa gak dari dulu-dulu nikahnya”. Gubrak…!!!
Apa bener sampe “se-begitu-nya” rasa menikah itu?