Bebal
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
Agustus 1, 2008, 8:32 pm
Diarsipkan di bawah: renungan
Diarsipkan di bawah: renungan
Sudah seberapa bebal-kah kita sebagai manusia?, Sehingga terkadang teguran, bahkan “penghinaan”, tidak cukup untuk menyadarkan kita dari perbuatan hina…

& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
kita sama-sama sudah tahu kualitas orang itu…
Komentar oleh bakhrian Agustus 1, 2008 @ 1:22 pmasal jangan kita ingin di lingkaran itu…
hmmm……………..
Komentar oleh chiquit Agustus 2, 2008 @ 6:13 amsemakin sedikit saja sepertinya manusia di muka bumi ini
Komentar oleh kishandono Agustus 2, 2008 @ 6:27 ambiar ditulis begitu kalo orangnya ga bisa baca percuma juga…
Komentar oleh latree Agustus 4, 2008 @ 1:38 amemang bener gak bisa baca kali ya…atau kesadarannya sudah mati
Komentar oleh unai Agustus 4, 2008 @ 3:56 amhttp://romizone.blogsome.com/2008/08/04/ranjau-pejalan-kaki-di-semanggi/
Hihihi coba baca deh lutu lutu
Komentar oleh Romizone Agustus 4, 2008 @ 4:03 amsemoag kematian hati nurani tidak menimpa kita,
Komentar oleh ahsani taqwiem Agustus 4, 2008 @ 6:38 amsalam
di negeri kita, butuh dari sekedar kata-kata
*salam kenal pak
Komentar oleh arifrahmanlubis Agustus 4, 2008 @ 9:51 amhhhmmmm…kita emang suka mengindahkan aturan yah hikss…
Komentar oleh theloebizz Agustus 4, 2008 @ 10:59 pmWell, setali tiga uang dengan kampret-kampret di negeri si bau kelek ini.. udah mah dibilang (dalam bahasa yang diterjemahkan): “Dilaraaaaaang kencing disini!! kecuali anjing..” – teteup aja ada kelihatan ditengah hari bolong bapa2 tua yang gaktau diri mendekat ke tembok dengan tulisan itu jelas gede di depan hidungnya.. langsung deh dia kemudian:
“Curr…..” – Sembari menengadah ke langit matanya merem-melek gitu! (Kacau!)
Komentar oleh Domba Garut! Agustus 4, 2008 @ 11:34 pmmmmm…namanya juga anjing
Komentar oleh mantan kyai Agustus 5, 2008 @ 12:16 amSusah diungkapkan….
Komentar oleh syelviapoe3 Agustus 5, 2008 @ 1:39 amOrang-orang yang ber’partisipasi’ di foto itu termasuk golongan yang mana ?
yah, kita berhusnudzon saja..bisa sj yg buang sampah itu buta huruf (msh lebih mulia dr binatang kan?)..
hehehe
Komentar oleh deen Agustus 5, 2008 @ 3:48 amckckck…. anjing sudah sama dengan manusia…
Komentar oleh thegands Agustus 5, 2008 @ 6:08 amMemang … saat-saat ini manusia sifatnya mirip seperti binatang, yang hanya mementingkan nafsu kebinatangannya. Seharusnya manusia bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk.
Salam …
Komentar oleh zaldy munir Agustus 5, 2008 @ 12:03 pmpoinnya sebenernya cuma satu. kita lebih sering memikirkan diri sendiri. ga peduli orang lain mo susah kek, mo repot, mo ngedumel, yang penting kita enak, aman, sejahtera..go on!
*bete gara” banyak orang ga tau aturan*
Komentar oleh utaminingtyazzzz Agustus 6, 2008 @ 4:00 amsapa yaks buang papan pengumuman begitu di tempat sampah?
Komentar oleh petak Agustus 6, 2008 @ 7:32 am@petak: *ngakak*
nice pic..
jaman sekarang, sensor mata kadang susah sampai ke hati..
Komentar oleh MoMo Agustus 6, 2008 @ 8:04 amMungkin harus ditambah bahasanya: Bahasa Inggris, Arab dan Bahasa jin…
Komentar oleh Nin Agustus 7, 2008 @ 1:06 ampertanyaannya kan seberapa bebal? jawabannya sangat bebal!!! makanya, kalo tau itu buruk, jangan ditiru
okeh..
Komentar oleh neng fey Agustus 7, 2008 @ 10:20 amgood shot! dapet di mana?
Komentar oleh SlempitanJempolNaga Agustus 8, 2008 @ 3:20 pmsusah juga ya, wong sama-sama manusia aja bisa saling mbuang. bayi dibuang ama ortunya, eee ortunya malah mbuang kentut sembarangan…
buta mata…buta hati…wes jyan..parah tenan!!
Komentar oleh maruria Agustus 9, 2008 @ 5:33 amjadi manusiana yg mana yakh *sight*
parraaaahhh….!!
Komentar oleh wi3nd Agustus 11, 2008 @ 8:17 amAdakah kata-kata yang lebih manusiawi ?
Komentar oleh mylif3journey Agustus 15, 2008 @ 6:40 am