Diarsipkan di bawah: ordinary

saat ini aku sedang mengikuti semacam program MT di sebuah BUMN di jakarta dan mulai masuk tahap akhir pelatihan yang sangat menentukan kelolosan. oleh kepala divisi tempat aku training, aku diberikan tugas yang mgkn menurutku cukup berat.
akan banyak konsekuensi yang harus kubayar jika sampai gagal lolos. selain sudah banyak mengorbankan waktu (6 bulan), energi dan pikiran, tentu saja aku akan menanggung rasa malu yang luar biasa.
aku akan malu pada diri sendiri, teman kerja, tetangga di kampung dan terutama kedua orangtuaku. ya, orangtuaku, karena mereka telah banting tulang membesarkan dan menyekolahkanku sedangkan aku mungkin hanya bisa membalasnya dengan kekecewaan.
sore tadi, dengan berat hati aku sampaikan segala perasaan tersebut kepada orangtuaku. dengan kata terbata-bata aku rangkai kata satu persatu, yang rupanya masih kalah dengan linangan air mataku (akupun tak tahu kenapa aku bisa menangis sejadinya). alhamdulillah orangtuaku memahami dan tetap berusaha mendukung, menyemangati dan menasehatiku bahwa kita manusia diwajibkan berusaha dan Alloh lah yang akhirnya menentukan segalanya.
kini aku tetap optimis tapi juga harus realistis. aku tahu kemampuanku dan aku tahu harus berusaha maksimal jika ingin berhasil. aku hanya bisa berserah diri kepada tuhan, yang maha menguasai dan menetapkan segalanya, disamping tetap ikhtiar berjuang sekuat tenaga.
Diarsipkan di bawah: ordinary

24/05/08, 04.15 WIB, Stasiun Balapan Solo. Kereta Argo Lawu yang mengangkutku dari jakarta akhirnya tiba di pemberhentian akhir. Suasana solo yang tenang menyambut kedatanganku. Kuhirup udara malam itu dalam2, ahh…. batinku seperti menemukan kembali teman lamanya.
Kulihat jam stasiun, masih terlalu dini bagi matahari untuk menunjukkan batang hidungnya, berarti masih lama bis jurusan ke rumahku (gemolong) beroperasi. Iseng, aku jalan2 di sekitar stasiun, skalian nunggu subuh.
Baru keluar dari gerbang stasiun, eh ketemu warung nasi liwet. Langsung aja aku pesan satu piring dengan lauk paha ayam (ayam ingkung) + segelas teh anget.
Wah dahsyat rasanya… Tapi yang lebih dahsyat lagi HARGANYA, cuma 8 ribu !!!, sesuatu yang langka di jakarta (paling dapat nasi+telor). I Love This Town…
Note: nasi liwet adl masakan khas solo yang berupa nasi putih yang terasa gurih ditambah sedikit sayur dengan lauk bisa berupa telor atau daging ayam (dimasak hanya dengan direbus, red: iwak ingkung)
Diarsipkan di bawah: ordinary

Rabu (7/5/08), ba’da maghrib sepulang dari kantor di blok M, aku kembali menemui kebesaran Tuhan. Di dalam kopaja 66 aku duduk berdampingan dengan makhluk Tuhan yang menurutku luar biasa cantiknya. Kuning langsat kulitnya, ayu parasnya, berbalut kerudung coklat yang makin menambah teduh pandangannya yang lembut menyapa. Sesekali kami berpapasan muka. Aku senyum, dia pun membalas dengan senyuman yang luar biasa manisnya.
Namun lagi2 penyakit lamaku kambuh. Aku hanya diam terpaku, tak sanggup menyapa apalagi mengajak berkenalan. Dlm hatiku berkata, oh Tuhan… adakah kau turunkan bidadari seperti dia sebagai pendamping hidupku?.
Dan tiba2 saja dia berdiri sambil berkata ” saya turun duluan mas”. ” Oh iya mbak”, jawabku sambil menggeser posisi dudukku, memberi dia jalan. Kemudian dia pun turun di sebuah halte bis di sekitar jalan gatot soebroto. Sementara aku masih aja bengong, dan seperti biasa hanya penyesalan yang tersisa……
oh Tuhan… adakah kau turunkan bidadari seperti dia sebagai pendamping hidupku?