Diarsipkan di bawah: poetry
Nih puisi aku bikin pas malem-malem pertama aku datang ke jakarta, iseng aja sih. sukur klo bagus, kloo ndak ya … terserah loe, met menikmati.

Balada Si Bebal
berbalut selimut kabut hutan
berbekal senyum ribuan dedaunan
si bebal mulai mendayung perahu cadiknya
menuju dermaga hitam putih dunia
senyum anyir dan nyinyir seketika menyapa
deru roda dan derap langkah kuda terasa sunyi di telinga
si bebal memegang erat selimut dan bekalnya, ketika terpana
mendapati dermaga begitu hitam oleh gelapnya awan jelaga
tersenyum dia ketika seberkas sinar surya menyapa
menyibak awan, temaram menuntunnya menyusuri dermaga
bermacam muka bersua bercengkerama bercanda
melangkah bersama ke salah satu sudut hitam dermaga
dengan mata terbuka si bebal terpana
menyadari selimutnya berbeda dari yang lainnya
beda warna tak diterima, beda bau tak disuka
si bebal tanggalkan selimutnya, walau berat dirasa
berulangkali keraguan datang, bertanya tentang bagaimana
menantang dinginnya dermaga hitam tak bernyawa
dengan deburan ombak yang menggerus paksa
jiwa kurus si bebal yang cuma berselimut udara
beruntung si bebal teringat akan bekalnya
senyum ribuan dedauanan yang senantiasa ingatkan jati dirinya
hangatkan, tebalkan dan kuatkan asa
ubah hitam dingin dermaga menjadi putih hangat menyapa
Jakarta, 27-01-08
boelanSabit
