Boelan Sabit


Jogja Ku
Maret 9, 2008, 6:38 am
Diarsipkan di bawah: ordinary

Jogja, kampung halaman keduaku, yang telah sudi merawatku selama 4 tahun lebih, yang telah melukiskan goresan luka dan gembira di dinding hati, sehingga membuatku semakin dewasa.

Terima kasih banyak Jogja….

Kini meski engkau jauh di belakangku, but I swear aku akan enggan melupakan. Karena Jogja…. Never Ending In My Heart



Puisi Karyawan Stress
Maret 9, 2008, 4:59 am
Diarsipkan di bawah: poetry

AKU

(Create By : Butet K.)

Akulah karyawan paling rajin di dunia,
Berani berkorban nggak nonton Piala Dunia,
Meski hati merana tapi tetap berdedikasi ,
Meski hari sabtu gini aku tetap berdasi ,

Akulah karyawan paling pantes dapet promosi,
Selalu paling depan ngisi daftar absensi ,
Di antara rekan akulah yang paling rajin ,
Temen yang nggak masuk pun aku absenin

Jam 8 kurang udah masuk kantor ,
Tidak lupa membeli koran,
Di koran banyak berita koruptor ,
Kenapa gua nggak kebagian ?

Sekarang hidup bener-bener nggak aman ,
Pake handphone di mobil digedor kapak merah ,
Itulah kenapa aku nggak beli mobil dan handphone ,

Tahun pertama ngantor masih tinggal di kost,
Tahun ketujuh ngantor udah pindah tempat kost,
Tahun pertama pergi-pulang nebeng tukang pos,
Di saat krismon pergi-pulang nebeng boss,

Akulah karyawan yang paling setia,
Sedari peletakan batu pertama kantor, aku jadi kulinya,
Sampai kantor punya jaringan komputer, aku jadi net-admin-nya,
Sampai kantor diledakin , aku jadi otaknya… !!



Lafadz Alloh
Maret 9, 2008, 4:47 am
Diarsipkan di bawah: renungan

Tanpa sengaja dijalan ngeliat genangan air berlafalkan ALLAH. (lokasi pengambilan gambar: antara Cikarang – Tol Bekasi Timur, pinggir jalan Kalimalang)

Allohu Akbar…!

Tulisan ALLAH diatas genangan air
Tulisan Allah di atas genangan Air

diambil dr http://www.bintorobisnis.com/koleksi-photo-kebesaran-allah-swt.htm



Mama Lia
Maret 9, 2008, 4:32 am
Diarsipkan di bawah: just for fun
Sepasang suami istri bertengkar hebat, cuma gara-gara anaknya diberi nama Lia oleh sang suami dahulu waktu lahir.

Mama: “Sudah aku bilang dari dulu, jangan diberi nama Lia anak kita.”

Papa: “Kenapa…?”

Mama: “Aku yang korban perasaan, para tetangga kita di sini semua selalu memanggilku… itu… mama lia… mamalia… mamalia…”



renungkan….
Maret 9, 2008, 2:55 am
Diarsipkan di bawah: renungan

“Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar dunia padahal kematian terus mengincarnya, kepada orang yang lalai akan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya. “

(Salman al Farisi/Az Zuhd, Imam Ahmad)