hari ini aku merenungi
telah banyak yang kulakukan dalam mengisi umur ini
tapi semakin dalam ku renungi, semakin sedih kudapati
ternyata belum cukup syukur dan amalan kucurahkan
padahal kusadari tangkai umurku semakin berkurang
andai aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak terma’afkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan…
atau andai “mati” itu datang esok pagi
aku masih bimbang, kemana aku akan pergi
padahal sebungkus bekalpun belum sempat kurapikan
untuk menyongsong perjalanan panjang
lagi menggetarkan, yang telah dijanjikan…
ahh, andai benar esok pagi aku mati, kemana aku akan pergi?
Diarsipkan di bawah: renungan

kenapa menjadi orang yang KALAH itu menyesakkan
Kenapa menjadi orang yang kehilangan itu menyakitkan
kenapa menjadi ARIF, menerima kekalahan itu sulit
apakah krn LUKA ini belum sembuh, walau sdh berbilang purnama
Ya Alloh, kumohon segera tunjukkan “obat” dari luka ini…
Diarsipkan di bawah: just for fun
Source code:
$a = ‘Kora-kora’ ;
$b = ‘halilintar’ ;
$x = $a+$b ;
echo “============= \n” ;
echo $x ;
echo “\n =============” ;
- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – -
result:
===================
MUAL MUMET MUNTAH
===================
Niatnya seneng2 kok jadinya begini, dasar katrok. Kora-kora SIALAANN… !!
Duh, habis tarawih kok jeleknya kumat lagi, astaghfirulloh.
Buat semuanya, met Ibadah Romadhon, semoga kita bisa benar2 kembali Fitri….
Diarsipkan di bawah: just for fun

Beberapa bulan belakangan ini banyak temen2-ku yang melangsungkan pernikahan. Bak euforia, yang tak kalah dengan acara 17 agustusan, undangan pun berdatangan baik secara lisan maupun tulisan.
Pernah aku bertanya pada seorang teman, “bagaimana rasanya nikah?”. Dia pun menjawab, “Subhanalloh…!”
Pernah pula di lain waktu aku bertanya, “bagaimana nih rasanya jd pengantin baru?”. Jawabannya pun, “Luar biasa…!”
Atau ketika aku ngobrol dengan seorang pekerja OB dikantorku, beliaunya pernah bilang, “Mas jangan keburu2 menikah, ntar nyesel lho!”. “Kenapa bisa gitu pak?”, tanyaku. Jawabnya, “iyah mas, nyesel kenapa gak dari dulu-dulu nikahnya”. Gubrak…!!!
Apa bener sampe “se-begitu-nya” rasa menikah itu?
Malam tadi aku terbangun dr mimpi buruk. Aku lihat HP, jam 03.1*, msh jauh dr subuh. Stlh itu aku coba kembali memejamkan mata, ternyata tdk bisa, ada sesuatu yang mengganjal…

mak, aku kangen
aku ingin pulang….
lidahku sdh rindu akan nikmatnya masakanmu
kepalaku sdh rindu akan hangatnya usapan jemarimu
telingaku sdh rindu akan damainya nasehatmu
tanganku, badanku dan airmataku sdh rindu untuk
mencium dan membasuh kakimu
mak, aku kangen
aku ingin sekali pulang….