Diarsipkan di bawah: renungan

Sesunguhnya kendaraan, rumah, tanah, harta, pangkat, jabatan, istri, putra bahkan nyawa kita adalah titipan-Nya. Dan kita semua tahu itu.
Tetapi pernahkah kita bertanya, Mengapa dan untuk Apa Dia menitipkannya pada kita?.
Dan Mengapa hati kita justru merasa berat ketika ‘titipan’ itu diminta kembali oleh-Nya?, padahal kita sadar bahwa semua itu memang benar2 sekedar ‘titipan’.
Diarsipkan di bawah: poetry

Ilmu adalah huruf
yang tak terungkap kecuali oleh perbuatan,
Dan perbuatan adalah huruf
yang tak terungkap kecuali oleh keikhlasan,
Dan keikhlasan adalah huruf
yang tak terungkap kecuali oleh kesabaran,
Dan kesabaran adalah huruf
yang tak terungkap kecuali oleh penyerahan (kepada Allah swt)
(An-Niffari)
Diarsipkan di bawah: poetry
Senang,
melihat kau kembali lagi
walau dengan wujud, rupa dan aroma yg berbeda
khawatir,
akhir yg sama akan berulang
Kau akan kembali menghilang
ahh,
utk sementara biarlah kau kunikmati
walau kutahu mungkin ini hanya sekedar fatamorgana
(jakarta, 11-10-2009)
Diarsipkan di bawah: renungan
Sabar bukanlah Pasrah, Menerima atau Berserah pada keadaan. Tapi Sabar adalah Kekeuh, Tegar dan Tetap yakin bhw pertolongan Alloh Pasti akan datang….
~ kata pak ustadz pas khotbah jumat tadi ~
Kemarin habis sungkem, dgn setengah bercanda bilang ke ibu, “Bu’ minta doanya ya moga lancar jodoh”. Tak dinyana si-Ibu merespon dengan memberikan requirements yg sedikit specific dan memberatkan. “Her, klo cari istri tuh klo bisa yang…… harus yang…… jangan yang……”.
Yah cari jodoh ternyata ribet. Huff… kayaknya harus me-loby ulang si-Ibu nih (dgn santun & hati2) , hehe.
“Ya Alloh tempat menggantungkan segala sesuatu, lancarkanlah segala urusanku”.